Susah gak sih ngurus visa Jepang sendiri?

Sebulan sebelum keberangkatan ke Jepang.

Selasa, 29 April 2014, saya berencana untuk apply visa Jepang. Janjian sama 3 teman lainnya yang juga ikut trip ke Jepang. Vidya berangkat bareng saya dari rumah karena kita tetanggaan, sebenernya Revi juga tetangga tapi klo hari kerja dia ngekost di daerah Karet. Dari rumah saya ngedrop mobil dikantor di daerah Pancoran, trus naik taksi ke Kedutaan Besar Jepang. Janjian sama Ocha di Kuningan. Cusss dehhh...

Well, kepagian banget sampai di Dubes. Jam 7 pagi udah nongol disini. Tentunya kantornya belum buka. Jam operasional untuk permohonan visa baru buka jam 08.30 sampai jam 12.00 WIB. Saya memang sengaja pagi karena biar cepat dan segera kembali ke kantor. Sebelum saya ada 2 orang juga ikut mengantri sambil membereskan urutan aplikasinya. Karena belum buka kita tunggu di pelataran Kedubes Jepang, seru juga pagi-pagi mengamati Thamrin dari pinggir trotoar, tampak Busway beberapa kali melintas. Enak banget sebenarnya kalau ditemani kopi panas. Sayang gak ada coffee shop disekitar situ.

Nah, buat kamu yang belum tau lokasi Kedutaan Besar Jepang, ini dia alamatnya di Jl. M.H. Thamrin No. 24. Pas banget setelah gedung The Plaza atau sebelum EX. Jam operasional untuk mengajukan visa 8.30 WIB - 12.00 WIB sedangkan untuk pengambilan visa mulai pukul 13.30 WIB - 15.00 WIB.

Apa aja sih yang harus dibawa pada saat mengajukan visa, lengkapnya ada disini. Ada 9 jenis visa yang diterbitkan di Kedutaan Besar Jepang di Jakarta, yaitu
1. Visa kunjungan sementara tujuan kunjungan keluarga
2. Visa kunjungan sementara tujuan kunjungan keluarga (apabila pengundang adalah WN Jepang yang berdomisili di Indonesia)
3. Visa kunjungan sementara untuk kunjungan teman
4. Visa kunjungan sementara untuk kunjungan wisata dengan biaya sendiri
5. Visa kunjungan sementara berkali-kali (wisata)
6. Visa kunjungan sementara untuk tujuan bisnis
7. Visa kunjungan sementara berkali-kali (bisnis)
8. Visa khusus (Visa belajar/bekerja/pelatihan/menetap dalam jangka waktu tertentu)
9. Visa transit

Karena tujuan saya ke Jepang adalah perjalanan wisata, maka saya mengajukan visa nomor 4 yaitu visa kunjungan sementara dengan tujuan wisata dengan biaya sendiri. Padahal enak juga sih kalau ada yang mau bayarin... hehehehe...

Pintu Masuk Dubes Jepang
Begitu sudah tau jenis visa yang diingikan saya lihat syarat-syaratnya dulu. Syarat yang harus dilampirkan pada saat mengajukan visa antara lain
1. Paspor yang masih berlaku minimal 6 bulan
2. Formulis pengajuan visa (download) dan pas photo terbaru ukuran 4.5cm x 4.5 cm dengan latar putih
3. Fotokopi KTP
4. Fotokopi Kartu Tanda Mahasiswa atau Surat Keterangan Belajar (jika masih pelajar / mahasiswa)
5.  Jadwal perjalanan selama di Jepang (formulirnya juga harus di download dulu)
6. Bukti pemesanan tiket
7. Fotokopi Kartu keluarga, akte lahir, bila pemohon lebih dari satu dan dari keluarga yang sama
8. Dokumen yang berkenaan dengan biaya perjalanan

Semua syarat ditas harus disusun berurutan, kecuali nomor 4 dan 7 ya, karena saya bukan pelajar/mahasiswa dan tidak pergi dengan keluarga maka saya cuma melampirkan syarat nomor 2, 3, 4, 5 dan 8. Tips dari saya ketika membuat jadwal perjalanan di Jepang, jangan buat agenda yang terlalu heboh alias terlihat seperti memerlukan uang yang agak banyak, karena itu nanti akan dihubungkan dengan jumlah uang yang ada di rekening kamu. Walaupun kenyataannya kamu pergi kebanyak kota tapi lebih baik agendanya dibuatkan terpisah untuk pegangan selama disana.

Balik lagi pada saat saya datang kepagian ke Dubes Jepang, jam 8.20 WIB kita sudah disuruh masuk kedalam gedung, dari pintu masuk disebelah kanan ada loket, di loket itu nanti kita harus menaru KTP / SIM untuk ditukarkan dengan kartu tanda pengunjung. Nah, saya agak gak sreg dengan sistem antrian disini nih, soalnya antriannya gak jelas dan beberapa malah ada yang berhasil nyelak. Akhirnya salah satu teman saya, Revy, ketinggalan deh. Karena satpamnya membatasi sekali masuk hanya 7 orang.. Okelah, saya pikir saya dan teman yang lain tunggu didalam saja. Masuk kedalam ruangan apply visa, kita harus ambil nomor dulu di mesin, jangan salah ambil nomor ya, ambil nomor di mesin yang sebelah kiri. Untunglah kita antrian yang pertama dan saya juga langsung mengambilkan nomor untuk teman saya Revy. Di dalam ruangan ada sekitar 5 loket (saya lupa .. heheh) 1 loket khusus untuk travel agent, 2 loket untuk pengajuan visa dan sisanya untuk WN Jepang.

Tepat jam 8.30 WIB tirai diloket diangkat dan mereka siap melayani kita. Waaooo.. tepat waktu sekali ya, bayangin kalo mau pepanjang KTP atau SIM.. Kebetulan saya nomor 1, jadilah saya maju duluan dan ketika diloket saya disapa ramah petugasnya. Tumbenn ini petugasnya ramah betul,, waktu saya apply visa Korea jangan harap disapa, hanya anggukan kecil saja. Iseng saya bertanya ke petugas apakah boleh memasukkan dokumen bareng dengan teman saya yang lain, karena saya pergi berempat dan salah satu teman sama sekali belum pernah ke Luar Negri jadi takut visanya ditolak. Petugas baik itu bilang boleh, langsunglah saya memanggil 3 teman yang lainnya untuk diproses di loket yang sama. yeayy!! 

Tidak sampai 15 menit urusan visa beres dan saya diminta kembali lagi hari Senin, 5 Mei 2014. Proses visa memakan waktu min 4 hari, karena tanggal 1 Mei Libur maka pengambilan visa di undur ke tanggal 5 Mei. Pembayaran visa sebesar Rp 320.000,- juga dibayarkan pada saat pengambilan visa, semogaaa aja approved visanya.. aminn..

Oia, pada saat pengambilan boleh lho diwakilkan 1 orang saja yang mengambil paspornya. Asyikk, langsung deh kita menugaskan Revy untuk ngambil secara kantornya deket banget tinggal naik busway lurus aja udah nyampe... makasihh loo Revvv!! #agakmaksa

Nah, gimana menurut kamu, kira-kira sulit gak ngurus pengajuan visa sendiri?? Kalau menurut saya gampang sih selama kita mengikuti apa yang diminta pihak Dubes dan pastinya irit karena tidak ada tambahan biaya untuk travel agent. Waktunya jauh lebih singkat dibandingkan temen saya yang menggunakan travel agent, mengumpulkan dokumen saja bisa memakan waktu seminggu, selain itu biasanya travel agent meminta nominal yang cukup besar di rekening. Minimal mereka meminta kita untuk spare uang di rekening sebesar Rp 50jt... whatttt??!! Padahal dana yang saya keluarkan dan perkiraan lainnya tidak sampai 3/4 dari nominal itu... welehh... welehh.. Soo, mending ngurus sendiri aja deh!

Alhamdullillah, visa kita berempat approved lho.. senangnyaaa!! Let's get lost!!

Comments

  1. Alow sis... Salam Kenal..
    Gimana trip ke Jepangnya?
    Aq juga ada rencana ke Jepang Oktober ini.. google2 ketemu blog ini..
    Pengen tau kesan-kesannya selama di Jepang.. n khususnya kesan tinggal di Khaosan Tokyo Ninja.. soalnya aq masih dilema juga mau stay di daerah mana... pengen shinjuku tp mahal2.. pengen khaosan tp daerah asakusa..
    Oh yah.. sis beli JR pass? jadi disana pake line JR smua yah? apa ada yg diluar JR?

    Makasih yah sebelumnya

    ReplyDelete
  2. Haloo GyaBooo, thanks udah mampir ya.
    Seruu bangettt!! dan pingin balik lagi kesanaa...
    Kesan tinggal di Khaosan Tokyo Ninja biasa aja, kalau kamu bawaannnya banyak agak repot disana, karena kamarnya dilantai atas semua, kecuali sewa kamar yang mixed dorm, ada dilantai 1. Line kereta yang dilintasi sebenarnya agak2 kurang nyaman, karena ternyata Line yang dilewati itu jalurnya Sobu/Chuo Line, yang ternyata itu jalur paling sibuk di Jepang. Ramenya gak kenal waktu, pokoknya selalu penuh. Mirip2 naik KRL di Jakarta, cuma bedanya orang2nya rapih & gak kasar dorong2an pokoknya masih tertib.

    Daerah Shibuya, Shinjuku dan Asakusa area yang paling strategis sebenarnya.. hotel2nya lebih variatif dari segi harga dan beberapa ada yg gak terlalu mahal.

    Aku beli JR Pass, karena justru sebagian besar trip aku ke luar kota, jadi mahal kalo beli ketengan.. Beli JR Pass Y29.110 sedangkan perjalanannya kalo aku hitung pake hyperdia totalnya lebih dari Y40.000.. makanya worth it banget aku pake JR.

    Nah, klo pesen hotel, pastiin dulu hotelnya deket station JR atau subway ya. karena klo kebanyakan berbeda kecuali station2 besar kayak Tokyo Station atau Kyoto Station, mereka jadi satu untuk line JR, Subway dan terminal Bus. Aku sengaja pilih guesthouse atau hotel yang dekat dengan station JR, soalnya mikirnya sayang kalo harus naik subway lagi untuk transfer ke station JR.

    semoga membantu yaa...

    ReplyDelete
  3. Haiii sis slm kenalll, ak tertarik backpaker an sm tmenku ke Jepang tahun dpn, mau tanyaa soal pengajuan visa Jepang, untuk nominal d tabungan kira2 berapaa yaa sis? Ak minta email nya dunk sis boleh gk? Buat tanya2 juga soal itinerary nyaa hehee

    ReplyDelete
  4. Halloo..
    tergantung berapa lama disana dan mau kemana selama disana. Jadi salah dokumen yang harus di submit adalah agenda perjalanan selama di Jepang. Tipsnya adalah jangan terlalu heboh dan padat, simple aja jadi terkesan tidak memerlukan uang banyak. Soalnya tidak ada nominal yang pasti..
    boleh aja, kirim aja email ke ndez_okey@yahoo.com ya..

    tks,

    ReplyDelete
  5. Halo kak, mau tanya. Pada saat ajukan visa tahun lalu menulis kolom pekerjaannya apa ya? Kebetulan aku baru lulus dan belum mulai bekerja, kira-kira aku perlu kasih dokumen apa ya? Terima kasih sebelumnya:)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Thalia,

      Maaf kelewatan balas.
      Makasih sdh mampir ya.

      Kmrn sy menulis kolom pegawai swasta jd bawa surat keterangan bekerja dari kantor. Klo baru lulus dan belom bekerja rasanya gak papa mencantumkan kartu pelajar. Dokumen lainnya adalah surat pernyataan dr orang tua bahwa seluruh biaya akan ditanggung orang tua. Jd melampirkan rek ortu.

      Semoga membantu ya.

      Tks

      Delete
  6. Hallo sis.aku baru baca blog mu.fun banget.bln october 2015 ini aku mau ke osaka sama tokyo.this is going to be my first trip 😊.tanya2 boleh ya sis and sorry sis kalau pertanyaan nya agak banyak 😊
    1.pengurusan visa apakah ada time limit nya? Kalau aku urus visa di bulan mei 2015 and aku pergi nya oct 2015 apakah oke,sis?

    2.jrp itu kalau aku belidi bulan mei 2015.sementara aku pakai nya baru nanti akhir oktober 2015,apakah bisa,sis? Atau harus beli 1 or 2 bulan sebelum hari h?

    3.nara itu apa dekat dgn namba area and dontonburi,sis? Dari kansai ke area namba apa itu tdk perlu pake subway lagi? Sdh langsung tercover di jrp ya sis?

    So sorry sis kalau banyak tanya nya.habis baru pertama ke japan.thank you so muchhhhhh for the help

    ReplyDelete
    Replies
    1. Hi Jeane,

      Terima kasih sdh mampir ya.
      Aku coba jawab ya.
      1.tdk ada aturan tertulis tp sepertinya yg paling masuk akal.adalah maks 1 bulan sblm berangkat. Klo oct berangkat trus apply bulan mei terlalu jauh. Apply awal sept aja
      2. Klo beli di jalan tour jakarta beli jr pass harus setelah ada approval.visa, kalau pede mau pesen jr via online tanpa harus menunggu visa approved jg gak papa.. voucher jr pass akan dikirimkan dr luar negeri.
      3. Nara adalah kota yg kurang lebih 50min-1jAm dr Osaka, namba dan dotonburi ada di osaka. Bisa aja bsrenti di Namba Nankai st kalo gak salah, cek sendiri lg ya. Klo pergi menggunakan jr otomatis tercover jr pass.subway jelas tdk tercover jr pass.

      Semoga terbantu ya.

      Delete

Post a Comment

Popular posts from this blog

Money Changer Rate Murah!!

[Mudik] Nyebrang ke Sumatera lewat Tanjung Priok, anti antri dan cepat..

Japan Trip Day 5 : Mt Tateyama - Tateyama Alphine Route