Derawan Island.. Surga di Timur Kalimantan

Haiii,, ini tulisan pertama saya di 2017. Yeayyy!!

Saya sudah cukup sering melihat, membaca dan mendengarkan cerita teman2 saya ke Derawan. Saat itu, saya tidak terlalu memperhatikan karena tidak, atau belum, merencanakan kesana. Jadi ya, cuek2 aja gituu..

Well, akhirnya gara2 obrolan gak penting sama temen2 kantor berujung ke rencana liburan bareng. Bayangin, satu team mau liburan bareng. What an awesome plan!!! Kita udah sering sih pergi ke luar kota bareng, tapi itu semua business purposes, tentu rasanya beda yaaa. Well, akhirnya gak satu team juga sihh,, cuma 14 orang aja yang berangkat, tinggal 7 orang aja yang gak ikutan. Tentunya obos2 gak diajak yaa.. hahhahaha

Next-nya adalah kemana dan kapan. Ada beberapa pilihan waktu itu, Belitung, Derawan atau Kawah Ijen. Suara terbanyak ternyata pada pingin ke Derawan. Alasannya simpel, pingin nyari yang jauh dari Jakarta,,, hehhehe.. gak denggg, alasannya karena beberapa yg ikutan ini pada pernah ikutan kelas diving, ada yg suka mancing, ada yg suka snorkeling. So, Derawan dirasa cukup mewakili semua aspirasi teman2..
Next-nya lagi kapan???? Sebenarnya Mei banyak liburnya yaa, libur kejepit. Cuma aspirasi dari yang lain juga, karena peserta mostly bapak-bapak yang sudah berkeluarga jadinya mereka prefer pergi di weekday jadi weekend tetap buat hari keluarga.

So, setelah galau2 milih tanggal dan milih tiket pesawat yang rada murahan juga kita milih untuk pergi di tanggal 4-6 April 2017. Trust me, this was my first impulsive travel plan i've ever done. Kalau pada suka baca blog saya (berasa banget dibaca 😂😝) pasti pada ngeh kalo saya itu typical orang yang sangat well-planned. Melakukan perjalanan yang diatur less than a month was so not me.
But, here I am with my 13 colleagues do travel to Derawan.

So, here's our story....
(Lhaaa,, panjang yaa introduction-yaa).

4 April 2017

Kami harusnya terbang menuju Balikpapan untuk selanjutnya terbang ke Berau, airport terdekat dari Derawan. Take off Jakarta seharusnya jam 5 pagi dengan maskapai yang rajanya delay dan suka semaunya ganti jam terbang. Emang jangan banget terbang dengan maskapai ini kalau punya jadwal tight banget ya. Jadi jam 5 sore di tanggal 3 April 2017, saya dapat SMS dari maskapai itu klo flight pagi saya yang jam5am dipindah ke jam6am, gak lama kemudian dipindah ke 12.50pm. Bayangkann!!! Mau marah gak tuh saya... Masalahnya adalah untuk sampai ke Derawan saya harus transit di Balikpapan dan melanjutkan penerbangan ke Berau. Grrrr.. Mau tau saya tiba jam berapa di Berau dengan perubahan jadwal itu? Jam 7pm.. Damn!!, harusnya jam 10am saya sudah di Berau, tiba di Derawan sekitar jam2 siang. Hilang setengah hari dong waktu berlibur saya.. Karena sudah membayangkan sunsetan di Pulau Gusung, akhirnya saya info geng saya dan kasih beberapa pilihan, salah satunya beli tiket baru lagi sehingga tiba di Berau tetap jam10am. Dan mereka pun setuju. Alhamdulillah...

Well, that's it. I will not let that airline ruin my holiday. Saya ganti maskapai akhirnya. 
Jam3am saya berangkat menuju ke Soekarno Hatta International Airport untuk penerbangan jam 04.55, kok pagi bener berangkatnya.. yaiyalahh,, saya tinggal di Planet Bekasi... hehehehe..
Penerbangan pertama lancar, jam 08.05 WITA kami tiba di Balikpapan, di Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Airport yang sebelumnya terkenal dengan nama Sepinggan. Decak kagum pun keluar dari bibir saya, memuji kebesaran, keindahan dan kebesaran bandara ini. Hebat Kalimantan punya bandara sebagus ini. Btw, bandara ini ternyata bandara keenam tersibuk se Indonesia.. Waauuu hebatt..

Karena sebagian geng ada yang taru barang di bagasi, jadilah kita bagi tugas ya.. Duhh,, gak dikantor gak liburan kerjaannya bagi2 kerjaan ajahh.. hehehe.. Jadi, temen-temen yang punya bagasi ambil bagasi dan sisanya ngurus check in. Drama kedua setelah tiket pun terjadiii, kita gak boleh terbang karena udah telat... Nanar deh kita langsung.. Berhubung kita jagoan nawar semua dan ahli negosiasi, nego2 pun akhirnya kita diperbolehkan masuk, dengan catatan tidak bisa naro bagasi lagi. Akhirnya bagasi-bagasi itu dibawa kepesawat dan ditempelin "late check in". Duh,, untung pesawat ATR ya.. jadi gak malu-malu banget.. hehehehe

Jam 10.05am kami pun tiba di Berau International Airport. Saya cuma menghela napas dan berucap Alhamdulillah, after all dramas, we still can make it back on schedule.. Derawan, here we comes!!


ATR yang membawa kami dari Balikpapan

Yeayy.. Geng rempong tiba di Berau
Well, ada 2 cara masuk ke Pulau Derawan, melalui Tarakan atau Berau ini. Nah, yang membedakan adalah akses dan waktu tempuhnya. Jika melalui Tarakan, harus naik speedboat menuju Derawan selama 6 Jam dan sewa kapalnya muahaaal banget, jadi pada waktu saya tawarkan pilihan ini, jawaban mereka adalah noooooo, bukan apa-apa, mereka takut tenggelam.. hahahaha... #tepokjidat. Padahal nantinya akan dilaut seharian juga.. Lalu yang kedua menurut saya lebih nyaman. Tiba dibandara Berau, harus lewat jalan darat dengan waktu tempuh 2-2.5 jam menuju ke Pelabuhan Tanjung Batu untuk kemudian nyebrang ke Pulau Derawan dengan waktu tempuh 20-30 menit. So, mendingan pilihan yang melalui Berau kan? Walaupun tiket pesawatnya lebih mahal 200rb-300rb, tapi lebih hemat waktu dan travel lebih suka 

Yeayy.. begitu nyampe kita langsung dijemput supir yang disewa tour kita. Karena kita very morning flight, jadi begitu sampai di Berau rasa lapar sudah gak ketahan lagi. Akhirnya sama supir dibawa ke RM Borneo, letaknya di perempatan, gak jauh dari bandara kurang lebih 10menit. Sistem makannya juga asyik, prasmanan gitu. Jadi, cocok banget untuk kita yang ngejer waktu. Oiyaa, ini kali pertama saya ke Kalimantan, trus di rumah makan ini menyajikan sambal tomat yang segar dan pedes, nikmat betul. Ternyata ini sambal wajib di sana. Sama seperti sambal terasi di Jawa.. Duh,, sampai nulis blog ini pun saya masih berasa nikmatnya.. Selesai makan, kami pun melanjutkan perjalanan ternyata perjalanan darat dari Bandara Berau ke Pelabuhan Tanjung Batu jalannya cenderung berlubang, karena ternyata jalan ini sering dilalui kendaraan proyek perusahaan batu bata setempat. Untung sudah kenyang dan masih ngantuk, jadi sepanjang jalan kebanyakan tidur dan sesekali terbangun.. Struktur jalanannya mirip jalur Sumatra, meliuk-liuk dan naik turun. Kalau pernah naik jalur darat dari Palembang ke Jambi, kurang lebih seperti itulah perjalannya. Setelah 2.5jam kami tiba di Pelabuhan Tanjung Batu. Disana saya bertemu dengan travel agent saya yang sebenarnya basisnya di Jakarta, travel agent ini juga yang membawa saya ke Labuan Bajo dan Wae Rebo tahun lalu (maap belum sempet dituangkan jadi tulisan.. heheheh). Namanya Tripinto, bisa dilihat disini

Well, let holiday begin! Kita langsung naik kapal dan segera berangkat menuju Derawan. Dengan waktu tempuh 25menit kami tiba di Pulau Derawan. Berhubung kami tinggal di floating villa, namanya Lestari Cottage Derawan, jadi kami tinggal bersandar disana.

Tempat kapal bersandar

Suasana Floating Villa or Cottage

Pemandangan dari teras villa

Tetangga sesama floating villa

Begitu sampai kami langsung pembagian kamar, kamarnya cukup besar dan bersih, punya kamar mandi dalam dan ber-AC (paling penting buat anak Jakarta yesss). Begitu selesai pembagian kamar, kami pun bergegas untuk makan siang. Di Kalimantan ini jarang sekali menyajikan daging ya, pastinya lebih sering ikan hasil tangkapan laut atau ayam. Yang paling penting adalah sambal tomat yang endesss itu.. Ahh, nikmat rasanya dimakan dengan ikan laut yang masih segar. 

Acara selanjutnya adalah snorkeling pertama di Derawan, lokasinya gak jauh dari tempat nginap. Di depan Dive Lodge Cottage, kata lokal guide-nya disana ikannya beragam. Berbekal biskuit Malkish 1 pak gede. Kami bersiap untuk snorkeling. Sebelumnya kami dibagikan fin dan alat snorkel, nantinya kedua alat itu menjadi tanggung jawab pemakai karena baru akan dikembalikan di hari terakhir. Kami pun pecah kelompok, ada 3 orang yang akan memisahkan diri untuk pergi memancing. Niatnya mereka itu sampai mereka membawa alat pancing dari Jakarta..  Okelah, selama semuanya senang silahkan saja, mereka pun tak keberatan menyewa kapal tambahan.

Kapal untuk memancing

Pak Agung, Pak Dedi dan Pak Dwi siap memancing ikan untuk makan malam :)

Snorkeling Squads 1

Snorkeling Squads 1

Snorkeling Time

Thanks to Malkish Roma, ikan2 pada nyamperin :)

Snorkeling

Done Snorkeling Day 1

Kembali ke kapal lagi

Kita snorkeling gak lama, paling lama cuma 30menit. Lagian bosan juga spotnya itu-itu saja. Perjalanan pun dilanjutkan, Tujuan kali ini adalah Pulau Gusung. Waktu tempuhnya kurang lebih 30menit menggunakan speedboat dari Derawan. Kamipun tak sabar, keindahan Pulau Gusung sudah terngiang di telinga dan ingatan kami. Untuk berkunjung ke Pulau Gusung ini tidak bisa sembarang waktu, jika air pasang tentunya pulau ini tidak keliatan. Saya jadi membayangkan film The Finest Hours, film yang dibintangi oleh Casey Affleck, dalam satu adegan mereka harus memanfaatkan ombak untuk dapat melewati pulau gusung ini dalam proses evakuasi kapal. Konon pulau gusung ini sering menjadi penyebab kapal karam karena posisinya tidak terlihat. Saya pun semakin tidak sabar. Oia, jangan takut gosong jika ke pulau ini ya, karena dipastikan tidak akan ada tempat berlindung seperti pohon untuk berteduh. Jadilah saya sekitar jam5pm tiba di pulau gusung ini. 

Indahnya Pulau Gusung

Me

Cha2, Saya, Dita, Raissa dan Leci

Yossi, Pak Dayat, Akbar, Pak Tiyon, Bayu dan Winarto

Recorded by drone in front of us!

Me waiting for sunset.

All Squads enjoyed sunset

Kami sangat menikmati waktu kami disini. Semua orang berfoto ria. Dan serunya memakai travel agent langganan saya ini adalah mereka punya drone. Yippiee,, seru kan??!! Difoto dengan drone sehingga keliatan seluruh pulaunya. Setelah puas dan bosan kami pun kembali ke Derawan. Tiba di Derawan, rombongan mancing mania sudah kembali, menunggu kami untuk makan malam bersama dan malamnya akan mancing lagi.. Busettt, orang kalo udah nagih sama sesuatu ya, selesai makan malam mereka berangkat lagi mancing.. 

Ikan kecil banget.. Besok2 tangkap yang gede ya.

Ikannya kontras sama pemancingnya :)

Tidak banyak yang bisa dilakukan dimalam hari, cewe-cewe pun memilih untuk berkeliling pemukiman penduduk di pesisir pantai. Ternyata desa di Derawan sudah cukup maju, saya melihat ada ATM (penting ini) karena infonya Pulau Derawan tidak miliki ATM, walaupun ATMnya bukan bank yang saya gunakan namun dengan jaringan ATM Bersama, tentunya kita tetap bisa ambil uang kan. Banyak tempat makan disini, namun dikarenakan saya pergi disaat weekday jadi banyak tempat yang tutup, tapi itu tidak membuat desa tersebut sepi, tetap ramai. Kita bisa berbelanja oleh-oleh disini dan jika kekurangan baju pun bisa beli disini. Jangan khawatir kualitasnya, bajunya diimpor dari Bandung.. hehehhe.. makanya harganya relatif mahal 1 kaos anak kecil sekitar 75ribu. Listrik pun sudah masuk dengan baik disini. 

Well, untungnya kami tetap memaksa untuk tiba pagi di Berau, coba bayangkan jika kita tiba baru nanti malam. Sudah dipastikan 2 agenda pertama tadi tidak bisa dilakukan besok karena padatnya agenda esok hari. Yuk, istirahat dulu supaya lebih segar beraktivitas besok.

5 April 2017

Hari kedua ini agendannya cukup padat. Dari semalam lokal guide kami mengabarkan bahwa ada kemungkinan kita bisa melihat whale shark di pagi hari. Wah,, melihat whale shark dan snorkeling bareng adalah salah satu bucketlist saya. Sayangnya hujan turun deras, tapi itu tidak menyurutkan kami untuk tetap berkeliling pulau di Derawan. Jam 05.30 WITA kami pun langsung menuju kapal dan membawa serta peralatan snorkeling kami. Rencananya kami mencari whale shark dulu, kembali ke cottage untuk sarapan dan melanjutkan keliling pulau jam9 pagi dengan tujuan Pulau Maratua, Pulau Kakaban dan Pulau Sangalaki. Sepanjang perjalan menujut tempat whale shark hujan turun terus. Sedih rasanya. Tidak sampai 30menit kami pun tiba di spot pertama whale shark point. Tempatnya bau amis, karena biasanya whale shark itu berada dekat keranda ikan atau cumi. Lokal guide kami, Mas Kudik (yeah I know, jangan diartikan dengan pengejaan yang lain ya.. hehehe), nyelam ke laut untuk mencari whale shark-nya tapi yang ditunggu tak kunjung datang. Akhirnya kami pun berpindah spot, hasilnya masih sama. Setelah beberapa kali pindah spot, kami pun kembali ke spot pertama dan ada!! Tapi karena ombak kencang Mas Kudik tidak memperbolehkan kami nyebur ke laut. Sekelebat sih kami melihat bayangan besar di laut. Apa daya belum rejeki kami berenang bareng whale shark. Kami pun memutuskan kembali ke cottage untuk sarapan dan bersiap untuk hoping island ke 3 pulau lainnya.

Kembali ke kapal dengan pengalaman kosong bersama whale shark tidak menyurutkan semangat kami untuk melanjutkan agendan selanjutnya, yaitu makan. Ahh.. rasanya yang dimasak disini semuanya enak walaupun sederhana. Setelah makan, team mancing mania kembali melaut, udah kayak nelayan beneran yakk, rajin amat mancingnya.. semoga tangkapannya gede ya gak kayak tadi malam.. ikannya masih imut2 semua. Pak Dedi menjanjikan akan menangkap ikan yang beratnya 30kg. Well, we'll see ya.

Grup snorkeling pun melanjutkan perjalanan. Ahh, sebel banget hujan masih turun dan semakin deras. But, the show must go on. Tujuan pertama kami adalah Maratua Island. Butuh waktu 1 jam untuk ketempat ini dari Derawan. Pulau ini pulau terjauh dari Derawan, ibarat Flores, Maratua adalah Pulau Padarnya. Masih ingat cerita gagal ketemu dengan whale shark? Tuhan mengganti kekecewaan kami dengan mengirimkan belasan lumba-lumba menemani perjalanan kami ke Maratua. What a bless!!



Begitu tiba disana, bahkan dengan kondisi hujan pun, keindahan Pulau Maratua masih terpancar. Warna hijau tosca lautnya yang luar biasa, tetap menawan walau hujan turun. Sayang saya gak sempat banyak foto disini, karena sayang kamera.. hahahahahaha...

Satu-satunya foto yang saya ambil pake kamera :(

Sebenernya kedinginan gara2 baju basah dan hujan

Kami pun sempat snorkeling disini, kurang lebih 20menit, Ikannya cukup variatif dan terumbu karangnya juga cukup baik. Tapi tidak cukup indah untuk buat kami berlama-lama disana. Tak lama, kami pun memutuskan untuk ke pulau berikutnya, Namun, sebelum benar-benar meninggalkan Pulau Maratua, speedboat kami memutar sedikit dan merapat ke dermaga di sisi lain pulau Maratua. Kali ini kami akan mengunjungi Haji Mangku Cave. Sebuah gua yang ditemukan Haji Mangku (ya iya lah yaa!!) heheh.. yang menarik dari gua ini adalah dibawahnya terdapat sebuah palung yang dalamnya kurang lebih 30meter. Karena dalam, tempat ini bisa diloncati dari atas goa. Jadi, buat kalian yang ingin test adrenaline silahkan lompat dari atas. Rasanya luar biasa serunya. Karena kami kesini pada saat hujan, warna hijau dan biru yang biasanya terpancar dari bawah tidak terlihat jelas. Namun, jika kita menyelam keindahan bawah lautnya luar biasa indah. Jadi, harus banget dicoba kesini ya. Oia, diperkirakan ada banyak sekali tempat seperti Haji Mangku Cave ini, namun yang baru ada namanya hanya ada 13 titik. Jarak dari dermaga ke gua ini tidak sampai 5 menit, jangan khawatir WC umum sudah tersedia disana, jadi aman kalau ingin buang air di tengah hutan ya.

Pulau Kakaban. Butuh waktu 30 menit menggunakan speedboat dari Pulau Maratua ke Pulau Kakaban. Yang menarik dari Pulau Kababan ini adalah terdapat Danau Kakaban, yang didalamnya terdapat jellyfsih.. Tapi jangan khawatir karena jellyfish disini relatif aman karena tidak menyengat alias tidak berbahaya, sehingga kita diperbolehkan berenang bersamanya. Hanya ada 2 tempat seperti ini didunia, yaitu di Kepulauan Palau di Filipina. Namun, ada hal yang membuat Danau Kakaban ini lebih spesial di banding di Pulau Palau, yaitu jenis ubur-ubur yang terdapat didalamnya. Di Pulau Kakaban ada 4 jenis sedangkan di Pulau Palau hanya ada 2 jenis. Nah, tunggu apa lagi.. Mumpung masih di Indonesia dan belum punah, Pack your back and go here!. 

Sebelum berenang dengan Jellyfish, kita semua makan siang dulu, udah disiapkan bekal dari tour-nya. Makan siang super cepet karena sudah pada gak sabar berenang. Untuk menuju Danau Kakaban, kita akan melewati hutan kecil yang menurut saya sudah aman karena sudah disiapkan trek-nya beralakan kayu hanya saja harus extra hati-hati pada saat musim hujan seperti yang kami alami. Hanya jalan 5 menit pun, didepan kami terlihat besarnya Danau Kakaban ini, warna hijau khas danau langsung terlihat. Sekilas dari atas dermaga tampak ubur-ubur berenang kesana kemari. Saya pribadi sebenarnya agak geli ya, tapi klo mengingat kapan lagi ada kesempatan seperti ini akhirnya dipaksakan juga. Oia, turun ke danau ini kita tidak boleh memakai fin, karena khawatir akan melukai ubur-ubur disana. So, kalau ditanya apa rasanya memegang ubur-ubur ya kayak pegang agar2 ya.. awalnya saya geli megangnya. tapi lama2 lucu juga rasanya megangnya.. berasa pegang mainan anak kecil itu lho.


Didanau Kakaban

Pak Agung 

Pemandangan Danau Kakaban

Perjalanan menuju Danau Kakaban

Saya bersama ubur-ubur


Mengejar ubur-ubur


Lanjut ke Sangalaki

Nah, gak jauh dari dermaga Kakaban sebenarnya spot yang paling bagus selama saya di Derawan. Palungnya luar biasa indahnya. Ikan-ikannya lebih banyak dan berwarna, penyu pun datang menghampiri kita dan kita sempet foto bareng. Duileee.. Abis foto, penyunya langsung ngacir. Terumbu karangnya pun luar biasa disini. Selama hampir 30 min berenang dan sudah mulai agak kedinginan kami pun lanjut ke pulau berikutnya yaitu Sangalaki. Waktu tempuhnya dari Pulau Kakaban ke Pulau Sangalaki kurang lebih 20-30 menit. 

Sangalaki adalah surganya penyu dan rumahnya Manta Ray. Katanya kalo tepat waktu berkunjung kesini, bisa ketemu setidaknya 20 Manta Ray. Setibanya di Pulau Sangalaki, kami pun bergegas ke resto berharap ada yang jual indomie. Yang diidamkan pun ada, indomie pake telur dan teh panas untuk menghangatkan tubuh karena keujanan plus berenang2 di laut. Tipsnya adalah pastikan selalu menanyakan harga. Nah, kebetulan yang pesen temen2 cowo yang mungkin gengsi nanya harga, karena yang cewe-cewe pada repot pepotoan.. heheh.. Akhirnya pas nanya harga tagihannya mengejutkan kita semua... untuk 16 porsi Indomie rebus dan Teh Manis total bianya 930rb.. What the F???!!! Jadilah pelajaran hidup kami bertambah hari itu, bahwa harus selalu bertanya harga di tempat baru.. Setelah makan kami berkunjung ke penangkaran penyu/tukik, lucky us, ternyata sedang ada pelepasan tukik dari sarangnya.

Lahap makannya pas tau harganya, untung udah kelar makan! hehehe

Tukik keluar dari sarangnya

Selesai melihat tukik, kami kembali ke kapal untuk ke spot Manta Ray. Semoga kali ini beruntung ya dan bisa ketemu Manta Ray. Lucky us again! Kita ketemu dengan Manta Ray, walaupun ombak sedang lumayan besar, its worth it!



Puas bermain dengan Manta Ray, kami kembali ke Derawan. Agenda selanjutnya makan malam dengan hasil tangkapan geng mancing mania. Jadi gak sabar..

Janji 10kg jadi 15kg ikannya.. Good Catch!!

Selesai makan malam sekitar jam 20.00, geng mancing mania masih mau mancing lagi dongg.. katanya untuk mumpung bisa dan memang gak ada kerjaan lain. Bener juga sih, mumpung lagi ditengah laut ya.



Gurita, katanya sempet disemprot tinta.. hehehe

Kerapu 

Lagi-lagi rombongan non mancing mania kembali ke rumah penduduk. Hiburannya itu doang soalnya.. hehehe.. Kali ini niatnya cuma satu, cari kelapa muda. Setelah mampir dan keliling2 akhirnya kami mampir ke salah satu restoran hanya untuk membeli kelapa muda dan menghabiskan malam dengan mengobrol. Jam 23.00 kami kembali ke cottage untuk beristirahat dan berbenah sebelum besok kembali ke Jakarta.

6 April 2017

Akhirnya tiba juga waktu untuk berpisah. Kembali ke rutinitas sebagai corporate slave. Semoga menjadi agenda rutin ya. Rencananya kami akan berangkat dari Derawan pukul 11.00 WITA, pesawat kami dari Berau berangkat pukul 16.00 WITA. Jam2 tiba di Berau dan kami pun berencana makan ikan bakar di tempat kemarin kita sarapan, RM Borneo. Nikmatnya ikan Balikpapan dan sedih rasanya berpisah dengan sambal tomat khas Balikpapan ini. Sebagai oleh-oleh, kami membeli kepiting kenari sebagai buah tangan untuk keluarga di rumah. Untungnya ada kantor perwakilan kami di Balikpapan, jadi kami minta tolong dibelikan dan dibawakan ke Bandara.

Well, ini cerita saya dan teman-teman ke Derawan. Semoga membantu dan menginspirasi kalian yang masih ragu dan ingin ke Derawan. Percayalah, it worth every penny.





Comments

Popular posts from this blog

Money Changer Rate Murah!!

[Mudik] Nyebrang ke Sumatera lewat Tanjung Priok, anti antri dan cepat..

Japan Trip Day 5 : Mt Tateyama - Tateyama Alphine Route