Indahnya Timur Indonesiaku - Perjalanan ke Labuan Bajo (Rinca Island, Kanawa Island) Day 1

Ini perjalanan saya di bulan Agustus 2016.


Saya harus traveling! Sebagai seorang yang (mengaku) sebagai traveler. Tidak jalan-jalan dalam sekian rentang waktu membuat saya seperti orang kebakaran jenggot. Atas dasar itulah saya memutuskan harus jalan menjelang akhir 2016. Perjalanan saya terakhir sebelum bulan Agustus adalah Nusa Penida dan Kawah Ijen (itupun saya tidak naik karena kondisi kesehatan), keduanya di Bulan Maret. Bahkan saya tidak pulang kampung. Jadi ceritanya saya beli aset, gara-gara itulah saya harus puasa traveling. Karena tidak tahan tidak traveling, setelah hitung2 budget, ahaaaaa, masih bisa nih 1x jalan2 lagi.. Lalu berikutnya kemana??!! Iseng-iseng ngobrol dengan teman kantor, Mas Agus, beliau mengingatkan saya lagi dengan Wae Rebo. Saya pernah share keinginan saya ke Mas Agus ke Wae Rebo. Lebih tepatnya 2 tahun lalu, saya menunjukkan foto Wae Rebo, yang pada saat itu masih sedikit yang mengunjunginya. Langsung saya mengajak dia "kesana yuk Agustus". Gayung bersambut, Mas Agus mau. Tinggal saya mencari teman yang lain.

Sambil cari teman, saya pun mulai searching gimana cara kesana, berapa biayanya. Weekss, ternyata kesana mahal. Hampir sama dengan biaya perjalanan saya ke Jepang, baca disini. Tanggalnya akhirnya dapat dan perkiraan harga tiket juga sudah dapat tapi masalahnya saya belum menemukan tour agent yang ok. Setelah mencari 7 tour agent, akhirnya memutuskan untuk memakai tour dari Tripinto, baca disini. Tiket pun dibeli, bayar DP untuk tour pun dijabanin. Here we go! Anyway, saya grup kali ini berjumlah 7 orang saja. 2 orang sepupu saya, Mas Agus, Ocha (tau ya, sering disebut namanya), temen SMA namanya Nunu dan teman sekantor saya, Rayi.

Pada saat itu belum ada direct flight dari Jakarta ke Labuan Bajo, harus transit dulu di Bali. Karena mengincar flight pagi dari Bali ke Labuan Bajo, akhirnya malam sebelumnya saya last flight ke Bali dari Jakarta. Bebarapa yang lain sudah tiba dari siang. Kebetulan menginap di Harris Tuban, yang sebenarnya bisa aja jalan ke Bandara tapi untungnya ada layanan free shuttle, jadi gak jalan deh.. heheheh.. Deg-degan juga nih ke Labuan Bajo, soalnya baru pertama kali naik pesawat ATR.

Day 1

Jam 9 pagi tiba di Labuan Bajo International Airport. Yeayy.. Jadi juga liburannya nih..


All Squads before take off

Dalemnya ATR

Here we come Labuan Bajo

Silau pagi hari di Labuan Bajo

Setibanya di Labuan Bajo, saya langsung ketemu Gani, tour agent yang juga dari Jakarta, nantinya saya dan rombongan ditemani tour leader lokal, namanya Stephen. Labuan Bajo sebenarnya adalah sebuah desa nelayan, namun seiring berjalannya waktu desa nelayan yang sederhana dahulu berubah menjadi sebuah desa turis yang sibuk melayani turis asing maupun domestik. Kehangatan warga lokal Flores membuat siapa saja betah berlama-lama berbincang dengan mereka. 


Sebelum mulai naik kapal, kami memutuskan untuk sarapan dahulu. Kami pun sarapan nasi padang (tetep yaaa) di dekat pelabuhan Labuan Bajo.

Suasana pelabuhan

Suasana pelabuhan, masih banyak kapal bersandar.

Bukan iklan, tapi wajib dibawa ya.


Selesai sarapan, kami segera naik kapal. Seharusnya kami 2 malam di laut, tapi saat itu ada gangguan di kapalnya sehingga kami harus berganti kapal, karena kebetulan saat itu kapal AC sedang penuh, jadilah malam pertama di Labuan Bajo kami gagal nginap di laut. Namun, kegagalan itu ternyata membawa nikmat. Karena ternyata tidur dilaut itu sama sekali gak enak.. hehehehehe....

Perjalanan pun dilanjutkan dari Pelabuhan Labuan Bajo ke Pulau Rinca. Pulau Rinca adalah pulau ketiga terbesar setelah Pulau Komodo dan Pulau Padar. Waktu tempuhnya kurang lebih 1 jam dari Labuan Bajo. Tapi dijamin gak akan bosan di kapal, karena sepanjang perjalanan pemandangannya luar biasa. Gak ada yang gak bagus untuk di foto. Warna lautnya kontras dengan warna daratannya. Gradasi air lautnya pun luar biasa cantiknya. Tampaknya Tuhan sangat berkonsentrasi ketika sedang menciptakan alam Flores. 

Konon katanya komodo di Pulau Rinca lebih aman dibandingkan di Pulau Komodo, karena disini adalah pusat konservasi, artinya semuanya sudah diatur oleh badan konservasi, termasuk pemberian makanan secara teratur. Hal yang berbeda dengan Pulau Komodo, disana komodo seperti tinggal dihabitat aslinya dimana mereka harus mencari makanan sendiri. 

Pemandangan dari Pelabuhan

Kanan, Kiri, Depan Belakang, pemandangnnya seperti ini. Stunning!!

Nunu, temen SMA saya.

pose andalah saya :)

Bukan iklan juga :)


Akhirnya tiba juga di Pulau Rinca. Agak deg-degan ya mau ketemu Komodo. Thanks God ini bukan masa periode haid saya, karena konon katanya kalau sedang berhalangan sebaiknya tidak datang ketempat yang ada komodonya, komodo bisa mencium darah dari jarak jauh dan menjadi sasaran empuk buat si komodo. Hiiiii,,, atuuttt!! Nah, disini kita wajib ditemani ranger, biasanya 1 grup ditemani 2 ranger. Nantinya ranger tersebut yang "bisa membaca" suasana hati komodo sehingga tau apakah komodo tersebut bisa menjadi objek foto atau tidak. Intinya nurut yaa sama ranger-nya demi keamanan bersama..

Masuk ke Pulau Rinca

Its so hot babe!!

Gersang banget ya!

Komodo pertama

Gerombolan komodo


foto bareng komodo


Di tengah hutan

trekking ke atas pulau Rinca



Amazing!

Me

Rayi

Nunu 

Pohon jomblo yang foto juga jomblo :)

kembali ke kapal
TIPS: 
Disarankan pada saat berkunjung ke Flores memakai sepatu trekking or at least sepatu olahraga yang bawahnya bergerigi. Fungsi gerigi-nya adalah supaya bisa nancap ke tanah saat trekking. Bisa juga pakai sandal gunung. Tapi klo saya sih mending pake sepatu dari pada balik-balik kaki belang ya. hehehe..

Selesai explore Pulau Rinca, lanjut ke pulau berikutnya Pulau Kanawa. Sayangnya pulau ini di kelola oleh Orang Itali. Rasanya hampir semua resort di Flores ini dimiliki oleh orang asing. 

Rayi di Pulau Kanawa

Dermaga Pulau Kanawa

Banyak bulu babi

Add caption








Kami menghabiskan waktu hingga sunset, sayang cuaca mendung. Sehingga cantiknya sunset agak berkurang karena tertutup awan. Karena tidak menginap di laut, kami pun kembali ke daratan Labuan Bajo. Kami menginap dipusat kota. Sebelum kembali ke hotel, kami pun memilih untuk makan malam terlebih dahulu. Info dari lokal guide kami, kami makan ikan segar di Pasar Ikan Labuan Bajo. Namun, kita harus tanya harga dulu ya. Harga ikannya sudah dipatok, jadi tidak berdasarkan berat ikannya. Tapi harganya masih masuk akal sih menurut saya. Mau makan dimana aja menurut saya bumbu dan sambalnya sama.

Akhirnya nyentuh kasur setelah seharian peliket kena sinar matahari, rasanya nyaman ketemu tempat tidur yang embuk. Berkah kegagalan nginep di laut.



Comments

Popular posts from this blog

Money Changer Rate Murah!!

[Mudik] Nyebrang ke Sumatera lewat Tanjung Priok, anti antri dan cepat..

Japan Trip Day 5 : Mt Tateyama - Tateyama Alphine Route